Sunday, August 12, 2012

Posted by Darul Fikri | 1 comments

INDAHNYA RAMADLAN DI SDIT AL HUDA

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Huda, Jum’at, 10 Agustus 2012. Senja hampir saja purna. Burung-burung mulai pulang ke rumahnya, bertengger di ranting-ranting pohon yang  rimbun di komplek sekolah. Sawah yang terhampar luas di dekat sekolah dan gugusan gunung di kejauhan yang menjulang, tampak semakin temaram, awan tipis berarak dan angin menyapa kulit dengan lembut,  membuat suasana di SDIT Al Huda semakin syahdu. Anak-anak berjalan menuju mushalla, sebagian berlari kecil setelah usai mengikuti pengajian di kelas masing-masing Ditangan mereka menjinjing rantang, atau kantong plastic berisi makanan untuk berbuka. Para siswa itu disambut oleh para ustadz dan ustadzah yang memandu mereka untuk duduk bersila, membuat lingkaran sesuai dengan kelompoknya : kelompok siswa dan kelompok siswi. Setelah tidak ada yang tertinggal, dan pabhuka sudah tersaji dihadapan masing-masing, Ust. Ali Usman, guru pembimbing agama, giliran memberikan wejangan pada saat itu sebagai pengantar berbuka. Kegiatan itu disebut “Kultum”, kuliah tujuh menit.
Beliau bertutur tentang akhlaq. Anak-anak menyimak dengan penuh antusias. Tidak ada yang berisik. Tepat setelah Ustadz Ali – begitulah beliau disapa oleh murid-muridnya – mengakhiri taushiahnya dengan salam, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suaru : a bhukaaaaaa. Itulah suara pak Uci, muaddzin langgar kampong sebelah yang mengabarkan kepada warga sekitar bahwa waktu berbuka telah tiba. Ustadz Saifullah, Kepala Sekolah yang biasa hadir ditengah-tengah muridnya itu memandu untuk mulai berbuka dengan kalimat : “Anak-anak ku, waktu berbuka telah tiba, marilah kita berdoa bersama “ Bismillahirrahmanirrohim, Allahumma kasumtu wa bika amantu, wa ala rizkika aftartu, birahmatika ya arhamarrohimin”. Anak-anak mulai menyantap hidangan. Yang pertama mereka lakukan mereguk minuman, sekeradar untuk  membasahi tenggorokan lalu ada yang mencicipi kurma dan adapula yang makan kue sekedar menganjal perut yang lapar. Itulah yang disebut takjil. Sekedar untuk membatalkan puasa.

Tidak lama setelah itu, Alfin, siswa kelas 5 tampil berdiri di dekat  paimaman, mengumandangkan adzan. Suaranya tidak keras, tetapi merdu. Merdu sekali. Anak-anak bergegas mengakhiri takjilnya. Mereka membuat barisan, shof. Rapat sekali, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.  Alfin kembali mengumandangkan qomat. Ustad Samsul bertindak sebagai imam. Suaranya tinggi, tapi merdu, membuat suasanya shalat magrib pada saat itu begitu khusyuk.
Seusai wiridan, anak-anak kembali membuat lingkaran, makan bersama, dengan nasi dan lauk pauk yang diantar oleh orang tuanya. Itulah sepotong kisah dari Pondok Ramadlan di SDIT Al Huda.

Pondok Raamadlan tahun ini dilaksanakn selama enam hari terhitung mulai hari Senin, 06 Agustus sampai hari Sabtu 11 Agustus 2012. Adapun tujuan dari  pelaksaan diadakannya pondok ramdan ini adalah untuk mencetak kader–kader pemimpin muslim yang beriman dan bertakawa serta memiliki akhlakul karimah yang baik. Melalui kegiatan pondok Ramadhan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak- anak kita akan pentingnya pendidikan akhlak baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Untuk tercapainya tujuan dari kegiatan pondok ramdhan tersebut, Ust. Saifullah selaku plt. Kepala sekolah SDIT Al- Huda menghimbau kepada segenap para ustad dan ustadah SDIT Al -Huda untuk terus berperan aktif dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak sehingga mereka merasa senang dalam belajar dan dapat khusuk dalam beribadah. Hal ini juga dapat sambutan baik dari ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri, Bapak Baharuddin. Ini terbukti dengan di perbaikinya semua fasilitas yang ada di lingkungan SDIT Al-Huda.
Upaya untuk mensukseskan acara kegiatan pondok Ramadhan ini juga terlihat dari jadwal yang telah disusun oleh panitia pondok Ramadhan. Dengan jadwal yang telah tersusun dengan baik itu diharapkan semua kegiatan anak-anak selama berada di sekolah dapat terkontrol dengan baik sehingga aktifitas  sehari-hari mereka dapat terisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Juga diisi dengan kegiatan kegiatan yang dapat meningkatkan semangat belajar mereka.
Anak-anak kita tidak boleh hanya disuguhi tontonan tontonan yang glamor seperti yang banyak kita lihat dari televisi. Hal tersebut Bukan saja hanya dapat melemahkan tapi juga dapat merusak moral anak-anak kita, inilah yang patut kita sadari, baik bagi para guru, orang tua juga bagi masyarakat, Salah satunya adalah dengan adanya pondok ramadhan ini. Dengan adanya kegiatan pondok Ramadhan ini, menunjukkan secara transparan bahwa SDIT Al-Huda sejak dulu sudah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentinggnya pendidikan moral bagi anak anak kita.
Terlaksanya kegiatan pondok Ramadhan ini juga berkat dukungan para wali murid yang patut kita beri apresiasi dengan baik oleh semua pihak. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa orang tua adalah yang jugalah yang berperan aktif atas kesuksesan seorang anak. Tampa dukungan dari para wali murid juga, acara kegiatan pondok ramadhan kali ini tidak akan terlaksana dengan baik.

“Allahumma shalli ala Muhammad, ya Rabbi shalli alaihi wa sallim ……….” Suara itu mengalun, meninggi dan menurun, diucapkan oleh anak-anak tercinta, dan itu suatu pertanda bahwa shalat tarawi sudah usai. Mereka saling bersalaman antara yang satu dengan yang lain dengan seyum tersungging. Wanita dengan wanita. Pria dengan pria. Setelah mengemasi barang bawaannya, mereka keluar mushalla dengan tertib : satu-satu.  Para siswa menuju gerbang sekolah untuk pulang. Ayah, ibu, atau kakak mereka sedang menunggu di balik pintu. Dua orang Ustadzah berdiri bertugas mengatur kepulangan mereka. Ketika sudah dapat dipastikan bahwa ada yang menjemput, gerbang dibuka dan anak-anak boleh keluar. Begitulah selanjutnya sampai tidak ada satu siswapun yang tersisa.
Sekolah mulai senyap. Angin malam berhembus semilir. Burung-burung sudah terlelap di dahan pohon. Hanya suara anjing yang melolong dari alas sekitar. Tapi para Ustadz  Pembimbing itu belum juga pulang, berkumpul sejenak di kantor sekolah, di pimpin oleh Ust. Saiful, membahas kegiatan sepanjang hari tadi dan mempertajam kegiatan keesokan harinya. Duh, alangkah indahnya Ramadlan di SDIT Al Huda.
 *)Penulis adalah Redaksi Darul Fikri Bawean.

1 comment:

  1. Congratulation on the Ramadhan Activity.
    Hopefully, SDIT will succeed in the future.

    ReplyDelete